Kedudukan
Diagnosis Kesulitan Belajar
Kesulitan
belajar yang dialami individu atau siswa yang belajar dapat diidentifikasi
melalui faktor-faktor yang mempengaruhi proses dan hasil belajar. Ketidakberhasilan
dalam proses belajar mengajar untuk mencapai suatu ketuntasan materi tidak
dapat dilihat hanya pada satu faktor saja, akan tetapi banyak faktor yang
terlibat dan mempengaruhi dalam proses belajar mengajar. Faktor yang dapat
dipersoalkan adalah: siswa yang belajar, jenis kesulitan yang dihadapi dan
kegiatan-kegiatan dalam proses belajar. Jadi, yang terpenting dalam kegiatan
proses diagnosis kesulitan belajar adalah menemukan letak kesulitan belajar dan
jenis kesulitan belajar yang dihadapi siswa agar pengajaran perbaikan (learning
corrective) yang dilakukan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.Diagnisis
digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan siswa mengalami
kesulitan belajar baik internal maupun eksternal.
Kegiatan
Diagnosis dilakukan jika siswa tidak mengalami ketuntasan dalam belajar,
sehingga kegiatan diagnosis ditujukan:
-
Bakat yang dimiliki
-
Ketekunan & tingkat usaha yang dilakukan siswa
-
Waktu yang tersedia
-
Kualitas pengajaran
-
Kemampuan siswa
-
Tingkat kesulitan yang diderita siswa
Pengertian Diagnosis
Diagnosis
merupakan upaya atau proses menemukan kelemahan atau penyakit (weakness,
desease) yang dialami seseorang dengan melalui pengujian dan studi yang
saksama mengenai gejal-gejala (symtons). Studi yang seksama terhadap fakta tentang sesuatu hal
untuk menemukan karakteristik atau kesalahan dan sebagainya yang esensial. Keputusan
yang dicapai setelah dilakukan studi yang saksama atas gejala atau fakta
tentang sesuatu hal.
Pengertian
Kesulitan Belajar
Menurut National
Institute of Health, USA kesulitan belajar adalah hambatan atau gangguan
belajar pada anak dan remaja yang ditandai oleh adanya kesenjangan yang
signifkan antara taraf intelegensia dan kemampuan akademik yang harusnya
dicapai. Kesulitan belajar kemungkinan disebabkan oleh gangguan did lam sistem
saraf pusat otak (gangguan neurologis) yang dapat menimbulkan gangguan
perkembangan.
Ciri-ciri siswa
yang mengalami kesulitan belajar :
-
Menunjukkan hasil belajar di bawah rata-rata
-
Hasil yang dicapai tidak seimbang dengan usaha yang dilakukan
-
Lambat dalam melakukan tugas-tugas kegiatan belajar
-
Menunjukkan sikap yang kurang wajar
-
Menunjukkan tingkahlaku yang berkelainan
-
Menunjukkan gejala emosional yang kurang wajar
Faktor-faktor
Kesulitan Belajar
Faktor
penyebab kesulitan belajar dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu faktor
internal dan faktor eksternal.
a.
Faktor internal, yaitu faktor-faktor yang berasal dalam diri siswa itu sendiri.
Hal
ini
antara lain, disebabkan oleh:
(1) Kelemahan fisik, pancaindera,
syaraf, cacat karena sakit, dan sebagainya.
(2)
Kelemahan mental: faktor kecerdasan, seperti inteligensi dan bakat yang dapat
diketahui dengan tes psikologis.
(3)
Gangguan-gangguan yang bersifat emosional.
(4)
Sikap kebiasaan yang salah dalam mempelajari materi pelajaran.
(5)
Belum memiliki pengetahuan dan kecakapan dasar yang dibutuhkan untuk memahami
materi pelajaran lebih lanjut.
b.
Faktor eksternal, yaitu faktor yang berasal dari luar diri siswa, sebagai
penyebab kesulitan belajar, antara
lain:
(1)
Situasi atau proses belajar mengajar yang tidak merangsang siswa untuk aktif
antisipatif (kurang memungkinkan siswa untuk belajar secara aktif “student
active learning”).
(2)
Sifat kurikulum yang kurang fleksibel.
(3)
Beban studi yang terlampau berat.
(4)
Metode mengajar yang kurang menarik
(5)
Kurangnya alat dan sumber untuk kegiatan belajar
(6) Situasi rumah yang kurang
kondusif untuk belajar.
Diagnostik Kesulitan Belajar
Suatu proses
upaya untuk memahami jenis dan karakteristik serta latar belakang kesulitan belajar
dengan menghimpun dan mempergunakan data/informasi selengkap dan seobjektif mungkin
sehingga memungkinkan untuk mengambil kesimpulan dan keputusan serta mencari alternatif
kemungkinan pemecahannya.
Prognosis/Perkiraan Kemungkinan Bantuan
Setelah
mengetahui letak kesulitan belajar yang dialami siswa, jenis dan sifat kesulitan
dengan faktor-faktor penyebabnya, maka akan dapat memperkirakan kemungkinan
bantuan atau tindakan yang tepat untuk membantu kesulitan belajar siswa. Pada
langkah ini, dapat menyimpulkan tentang:
a.
Apakah siswa masih dapat ditolong untuk dapat mengatasi kesulitan belajarnya
atau
tidak ?
b.
Berapa waktu yang dibutuhkan untuk mengatasi kesulitan yang dialami siswa
tersebut
?
c.
Kapan dan di mana pertolongan itu dapat diberikan ?
d.
Siapa yang dapat memberikan pertolongan ?
e.
Bagaimana caranya agar siswa dapat ditolong secara efektif ?
f.
Siapa sajakah yang perlu dilibatkan atau disertakan dalam membantu siswa
tersebut,
dan apakah peranan atau sumbangan yang dapat diberikan masingmasing
pihak dalam menolong siswa
tersebut ?
Burton,
mendasarkan pada teknik dan instrumennya, yang meliputi:
·
General diagnosis, menggunakan tes baku.
·
Analystic diagnosis, menggunakan tes diagnosis
·
Psychological diagnosis, menggunakan:
o
Observasi
o
Analisis karya tulis
o
Analisis proses dan respon lisan
o
Analisis berbagai catatan objektif
o
Wawancara
o
Pendekatan laboratorium dan klinis
o
Studi kasus
Implikasi : setelah mengetahui konsep dasar diagnostik kesulitan belajar guru bidang studi dapat menerapkan cara-cara untuk meningkatkan kemampuan belajar siswa dan guru dapat mengetahui metode yang tepat untuk materi yang sulit dipelajari siswa. selain itu yang utama adalah guru dapat memahami dan membantu siswa dalam menyelesaikan kesulitan belajarnya.
Sumber :
Haryanto. 2012. Diagnosis Kesulitas
Belajar (DKB).
Idris, Ridwan. 2009. Mengatasi Kesulitan
Belajar dengan Pendekaan Psikologi Kognitif.
Sugiyanto. 2012. Psikologi Pendidikan: Diagnosis
Kesulitas Belajar (DKB). Yogyakarta: UNY
Tidak ada komentar:
Posting Komentar