Ganbatte

Kamis, 16 April 2015

KONSEP DASAR DIAGNOSTIK KESULITAN BELAJAR




Kedudukan Diagnosis Kesulitan Belajar
Kesulitan belajar yang dialami individu atau siswa yang belajar dapat diidentifikasi melalui faktor-faktor yang mempengaruhi proses dan hasil belajar. Ketidakberhasilan dalam proses belajar mengajar untuk mencapai suatu ketuntasan materi tidak dapat dilihat hanya pada satu faktor saja, akan tetapi banyak faktor yang terlibat dan mempengaruhi dalam proses belajar mengajar. Faktor yang dapat dipersoalkan adalah: siswa yang belajar, jenis kesulitan yang dihadapi dan kegiatan-kegiatan dalam proses belajar. Jadi, yang terpenting dalam kegiatan proses diagnosis kesulitan belajar adalah menemukan letak kesulitan belajar dan jenis kesulitan belajar yang dihadapi siswa agar pengajaran perbaikan (learning corrective) yang dilakukan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.Diagnisis digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan siswa mengalami kesulitan belajar baik internal maupun eksternal.
Kegiatan Diagnosis dilakukan jika siswa tidak mengalami ketuntasan dalam belajar, sehingga kegiatan diagnosis ditujukan:
-          Bakat yang dimiliki
-          Ketekunan & tingkat usaha yang dilakukan siswa
-          Waktu yang tersedia
-          Kualitas pengajaran
-          Kemampuan siswa
-          Tingkat kesulitan yang diderita siswa

Pengertian Diagnosis
Diagnosis merupakan upaya atau proses menemukan kelemahan atau penyakit (weakness, desease) yang dialami seseorang dengan melalui pengujian dan studi yang saksama mengenai gejal-gejala (symtons). Studi yang seksama terhadap fakta tentang sesuatu hal untuk menemukan karakteristik atau kesalahan dan sebagainya yang esensial. Keputusan yang dicapai setelah dilakukan studi yang saksama atas gejala atau fakta tentang sesuatu hal.

Pengertian Kesulitan Belajar
Menurut National Institute of Health, USA kesulitan belajar adalah hambatan atau gangguan belajar pada anak dan remaja yang ditandai oleh adanya kesenjangan yang signifkan antara taraf intelegensia dan kemampuan akademik yang harusnya dicapai. Kesulitan belajar kemungkinan disebabkan oleh gangguan did lam sistem saraf pusat otak (gangguan neurologis) yang dapat menimbulkan gangguan perkembangan.
Ciri-ciri siswa yang mengalami kesulitan belajar :
-          Menunjukkan hasil belajar di bawah rata-rata
-          Hasil yang dicapai tidak seimbang dengan usaha yang dilakukan
-          Lambat dalam melakukan tugas-tugas kegiatan belajar
-          Menunjukkan sikap yang kurang wajar
-          Menunjukkan tingkahlaku yang berkelainan
-          Menunjukkan gejala emosional yang kurang wajar

Faktor-faktor Kesulitan Belajar
Faktor penyebab kesulitan belajar dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.
a. Faktor internal, yaitu faktor-faktor yang berasal dalam diri siswa itu sendiri. Hal
ini antara lain, disebabkan oleh:
(1) Kelemahan fisik, pancaindera, syaraf, cacat karena sakit, dan sebagainya.
(2) Kelemahan mental: faktor kecerdasan, seperti inteligensi dan bakat yang dapat diketahui dengan tes psikologis.
(3) Gangguan-gangguan yang bersifat emosional.
(4) Sikap kebiasaan yang salah dalam mempelajari materi pelajaran.
(5) Belum memiliki pengetahuan dan kecakapan dasar yang dibutuhkan untuk memahami materi pelajaran lebih lanjut.
b. Faktor eksternal, yaitu faktor yang berasal dari luar diri siswa, sebagai penyebab kesulitan   belajar, antara lain:
(1) Situasi atau proses belajar mengajar yang tidak merangsang siswa untuk aktif antisipatif (kurang memungkinkan siswa untuk belajar secara aktif “student active learning”).
(2) Sifat kurikulum yang kurang fleksibel.
(3) Beban studi yang terlampau berat.
(4) Metode mengajar yang kurang menarik
(5) Kurangnya alat dan sumber untuk kegiatan belajar
(6) Situasi rumah yang kurang kondusif untuk belajar.

Diagnostik Kesulitan Belajar
Suatu proses upaya untuk memahami jenis dan karakteristik serta latar belakang kesulitan belajar dengan menghimpun dan mempergunakan data/informasi selengkap dan seobjektif mungkin sehingga memungkinkan untuk mengambil kesimpulan dan keputusan serta mencari alternatif kemungkinan pemecahannya.
 Prognosis/Perkiraan Kemungkinan Bantuan
Setelah mengetahui letak kesulitan belajar yang dialami siswa, jenis dan sifat kesulitan dengan faktor-faktor penyebabnya, maka akan dapat memperkirakan kemungkinan bantuan atau tindakan yang tepat untuk membantu kesulitan belajar siswa. Pada langkah ini, dapat menyimpulkan tentang:
a. Apakah siswa masih dapat ditolong untuk dapat mengatasi kesulitan belajarnya
atau tidak ?
b. Berapa waktu yang dibutuhkan untuk mengatasi kesulitan yang dialami siswa
tersebut ?
c. Kapan dan di mana pertolongan itu dapat diberikan ?
d. Siapa yang dapat memberikan pertolongan ?
e. Bagaimana caranya agar siswa dapat ditolong secara efektif ?
f. Siapa sajakah yang perlu dilibatkan atau disertakan dalam membantu siswa
tersebut, dan apakah peranan atau sumbangan yang dapat diberikan masingmasing
pihak dalam menolong siswa tersebut ?

Burton, mendasarkan pada teknik dan instrumennya, yang meliputi:
·         General diagnosis, menggunakan tes baku.
·         Analystic diagnosis, menggunakan tes diagnosis
·         Psychological diagnosis, menggunakan:
o   Observasi
o   Analisis karya tulis
o   Analisis proses dan respon lisan
o   Analisis berbagai catatan objektif
o   Wawancara
o   Pendekatan laboratorium dan klinis
o   Studi kasus


Implikasi : setelah mengetahui konsep dasar diagnostik kesulitan belajar guru bidang studi dapat menerapkan cara-cara untuk meningkatkan kemampuan belajar siswa dan guru dapat mengetahui metode yang tepat untuk materi yang sulit dipelajari siswa. selain itu yang utama adalah guru dapat memahami dan membantu siswa dalam menyelesaikan kesulitan belajarnya.

Sumber :
Haryanto. 2012. Diagnosis Kesulitas Belajar (DKB).
Idris, Ridwan. 2009. Mengatasi Kesulitan Belajar dengan Pendekaan Psikologi Kognitif.
Sugiyanto. 2012. Psikologi Pendidikan: Diagnosis Kesulitas Belajar (DKB). Yogyakarta: UNY

Tidak ada komentar:

Posting Komentar